Batu Tri Sakti dan Batu Menangis merupakan situs megalitikum yang berada di kawasan wisata Suban Air Panas, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Batu Tri Sakti terletak dekat pintu masuk wisata dan berada di dalam bangunan permanen. Menurut cerita turun-temurun, batu ini menjadi tempat bermusyawarah tiga tokoh penting, yaitu Rajo Bitan, Rajo Bengkulu, dan Putri Slangkah dari Majapahit.
Masyarakat setempat percaya ketiga tokoh tersebut memiliki kesaktian dan menjaga keamanan wilayah. Karena itu, situs ini dinamakan Batu Tri Sakti dan hingga kini sering dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.
Sekitar 50 meter dari lokasi Batu Tri Sakti terdapat Batu Menangis atau Batu Putri Slangkah. Batu ini berkaitan dengan kisah Putri Slangkah yang menolak perjodohan dengan Gambir Melayang. Dalam kesedihannya, sang putri pergi ke sebuah batu dan menangis hingga batu tersebut dipercaya mengeluarkan air seperti air mata.
Masyarakat juga percaya bahwa pada malam bulan purnama, khususnya malam 14 Suro atau Muharam, sering terdengar suara tangisan perempuan dari kawasan tersebut. Kini, Batu Menangis dan Batu Tri Sakti telah didaftarkan sebagai cagar budaya bersejarah di Kabupaten Rejang Lebong.




