Bila berkunjung ke Kabupaten Mukomuko, jangan lupa mencicipi makanan khas masyarakat setempat, yaitu Sambal Lokan atau rendang lokan. Kuliner tradisional khas Kabupaten Mukomuko, Bengkulu ini terbuat dari kerang sungai yang memiliki cita rasa unik dan khas. Konon, lokan dipercaya menjadi alas buaya saat beristirahat di dasar sungai.
Sambal lokan merupakan makanan yang dibuat dari kerang lokan, santan kelapa, serta berbagai bumbu rempah pilihan. Sebelum dimasak, kerang direndam selama satu hari untuk menghilangkan aroma tanah. Setelah itu, daging kerang dipisahkan dari cangkangnya, dicuci bersih, lalu direbus selama kurang lebih empat jam agar kadar kolesterolnya berkurang. Selanjutnya, daging lokan dimasak bersama bumbu hingga mengering dan menjadi samba lokan yang lezat.
“Lokan kami dapatkan dari warga yang berprofesi sebagai pencari lokan. Bahan bakunya tersedia cukup banyak karena hampir di sepanjang sungai di Mukomuko terdapat lokan,” jelas salah seorang perajin samba lokan di Kabupaten Mukomuko, Oswari.
Sambal lokan memiliki aroma dan rasa yang berbeda dibandingkan rendang pada umumnya. Oleh sebab itu, makanan ini menjadi menu favorit masyarakat Mukomuko, terutama saat Hari Raya Idulfitri. Biasanya, sambal lokan disantap bersama lontong atau nasi setelah salat Idulfitri.
Lokan cukup mudah ditemukan di Kabupaten Mukomuko karena daerah ini memiliki banyak sungai besar yang menjadi habitat kerang lokan. Kondisi tersebut membuat para perajin tidak khawatir akan kekurangan bahan baku. Selain itu, sebagian masyarakat di daerah ini juga berprofesi sebagai pencari lokan.
Oswari mengatakan bahwa permintaan samba lokan meningkat tajam menjelang Lebaran, bahkan bisa mencapai 40 hingga 100 kilogram per hari. Selain diminati masyarakat Mukomuko, sambal lokan kini juga banyak dipesan dari luar daerah.
“Sambal lokan sering dijadikan menu utama saat makan malam. Bahkan sekarang sudah menjadi oleh-oleh khas bagi wisatawan yang berkunjung ke Mukomuko. Terkadang, jika ada tamu dari pemerintah, samba lokan juga dijadikan bingkisan,” ujar Oswari.
Sambal lokan biasanya dijual dengan harga sekitar Rp140 ribu per kilogram. Makanan ini siap disantap dan dapat disimpan dalam waktu cukup lama. Namun, disarankan untuk menyimpannya di dalam kulkas apabila belum akan dikonsumsi.




