Selain dikenal dengan bunga Rafflesia dan Festival Tabut, Provinsi Bengkulu juga memiliki kekayaan budaya berupa alat musik dol, sebuah alat musik tabuh khas yang unik dan tidak dimiliki daerah lain di Indonesia. Dol bukan hanya sekadar alat musik, tetapi juga simbol tradisi dan semangat kebersamaan masyarakat Bengkulu.
Alat musik dol adalah instrumen tabuh yang dimainkan secara berkelompok dengan irama yang kuat dan menghentak. Suara dol yang khas mampu membangkitkan semangat, apalagi ketika dipadukan dengan alat musik lain seperti suling dan tassa. Kombinasi ini menciptakan suasana meriah yang sering hadir dalam berbagai acara budaya.
Dol memiliki peran penting dalam Festival Tabut, sebuah tradisi tahunan di Bengkulu untuk mengenang kisah kepahlawanan Hasan dan Husein, cucu Nabi Muhammad SAW. Dalam perayaan ini, dol menjadi pengiring utama yang memperkuat nuansa sakral sekaligus meriah.
Saat ini, pengrajin dol mulai berkurang. Beberapa sentra pengrajin dapat ditemukan di wilayah Pondok Besi, Bajak, Tengah Padang, dan Pasar Baru di Bengkulu. Harga satu unit dol berkisar Rp2,5 juta, tergantung ukuran dan diameter.
Selain dol, para pengrajin juga membuat alat musik pendukung seperti tassa dan dol berukuran kecil untuk kebutuhan pertunjukan.
Seiring perkembangan zaman, dol tidak hanya digunakan dalam Festival Tabut, tetapi juga menjadi pengiring tari persembahan dan berbagai event budaya, baik di tingkat nasional maupun internasional. Upaya pelestarian sangat penting agar alat musik tradisional ini tetap dikenal generasi muda.
Punya pertanyaan lain?
DM instagram kami @bencoolenmall_bengkulu atau WhatsApp 0811-7324-900
Jam Operasional Bencoolen Mall
Setiap Hari : 10.00-22.00 WIB




