Pendap : Makanan Khas Bengkulu, Kuliner Tradisional dengan Cita Rasa Pedas dan Gurih!

Pendap Makanan Khas Bengkulu, Kuliner Tradisional!

Salah satu makanan khas Bengkulu yang masih bertahan hingga saat ini adalah Pendap. Kuliner tradisional ini berbahan dasar ikan yang dibumbui rempah-rempah khas, kemudian dibungkus menggunakan daun talas atau daun keladi. Aroma yang harum serta cita rasanya yang gurih dan pedas membuat Pendap banyak diminati masyarakat. Namun, seiring perkembangan zaman, pembuat Pendap semakin sulit ditemukan. Makanan ini juga kerap dijumpai dan menjadi hidangan favorit saat bulan Ramadan.

Salah seorang warga yang hingga kini masih menekuni usaha pembuatan Pendap adalah Nurhasana, seorang wanita paruh baya yang tinggal di Tanjung Agung, Kelurahan Sungai Serut, Kota Bengkulu.

Sejak pagi hari, Nurhasana telah disibukkan dengan meracik bumbu khas serta mempersiapkan ikan yang menjadi bahan utama Pendap. Sekilas, Pendap memang menyerupai pepes ikan atau pais ikan. Namun, perbedaannya terletak pada cita rasa yang lebih pedas serta penggunaan ikan yang telah melalui proses tertentu sehingga menghasilkan tekstur dan rasa yang khas.

Ikan yang telah dibersihkan kemudian dipotong menjadi beberapa bagian. Setelah itu, potongan ikan dicampurkan dengan bumbu yang telah dihaluskan dalam satu wadah. Bumbu tersebut terdiri atas kelapa parut, bawang, cabai, dan berbagai rempah pilihan lainnya yang menjadi ciri khas Pendap.

Selanjutnya, ikan yang telah dibaluri bumbu dibungkus menggunakan daun talas atau daun keladi. Dalam satu bungkus Pendap, biasanya digunakan lebih dari sepuluh lembar daun talas. Bagi para penikmat Pendap, daun talas yang telah matang tersebut juga dapat disantap sebagai pelengkap bersama ikan dan nasi.

Setelah dibungkus rapi, Pendap dimasak hingga matang. Untuk satu panci berukuran besar, proses memasak biasanya memerlukan waktu sedikitnya lima jam. Pendap yang telah matang ditandai dengan warna daun pembungkus yang berubah menjadi kehitaman. Setelah itu, Pendap didinginkan agar lebih mudah dipotong dan siap disajikan.

Dalam sehari, Nurhasana mampu memproduksi sekitar 100 bungkus Pendap. Selain memenuhi pesanan rumah tangga, Pendap buatannya juga dipasarkan di sejumlah pasar tradisional dengan harga rata-rata Rp10.000 per bungkus.

“Setelah bahan dan ikan siap, bumbu juga sudah disiapkan. Daunnya dibersihkan terlebih dahulu. Setelah air mendidih, barulah Pendap dimasukkan untuk dimasak hingga matang,” ujar Nurhasana saat ditemui di kediamannya.

Sebagai salah satu warisan kuliner daerah, Pendap tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Bengkulu, tetapi juga memiliki potensi besar untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda dan wisatawan. Dengan cita rasa yang khas serta proses pembuatan yang unik, Pendap layak menjadi salah satu ikon kuliner tradisional Bengkulu.

Punya pertanyaan lain?

DM instagram kami @bencoolenmall_bengkulu atau WhatsApp 0811-7324-900
Jam Operasional Bencoolen Mall
Setiap Hari : 10.00-22.00 WIB

Info Lainnya

Sejarah dan Keunikan Wong Potato: Jajanan Kentang Kekinian!

Sejarah dan Keunikan Wong Potato!

Wong Potato merupakan salah satu merek kuliner berbasis kentang yang berhasil menarik perhatian masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Mengusung