Peyek daun kopi khas Kepahiang menjadi salah satu kuliner unik yang semakin populer di Provinsi Bengkulu. Peyek daun kopi khas Kepahiang dibuat dari daun kopi muda pilihan yang diolah menjadi camilan gurih dengan aroma kopi yang khas. Berasal dari Desa Batu Ampar, Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahiang, makanan ini kini dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas Bengkulu yang banyak dicari wisatawan.
Kuliner khas ini diproduksi oleh Kelompok Perempuan Alam Lestari yang beranggotakan sekitar 20 orang. Kelompok yang dipimpin oleh Supartina Paksi tersebut berupaya meningkatkan perekonomian keluarga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di kawasan kaki Taman Wisata Alam Bukit Kaba.
Keunikan peyek daun kopi terletak pada bahan baku utamanya, yaitu daun kopi muda yang banyak ditemukan di perkebunan warga Desa Batu Ampar. Dengan luas perkebunan kopi mencapai sekitar 291,48 hektare, ketersediaan bahan baku untuk memproduksi camilan khas ini sangat melimpah.
Berbeda dengan peyek pada umumnya, peyek daun kopi memiliki cita rasa gurih dengan sentuhan rasa pahit yang ringan di ujung lidah. Sensasi tersebut berpadu dengan aroma kopi yang khas sehingga menciptakan pengalaman kuliner yang unik dan berbeda.
Menurut para pengrajin, peyek daun kopi juga dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan. Oleh karena itu, camilan ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Produk ini dijual dengan harga sekitar Rp12.000 per kemasan ukuran 100 gram. Wisatawan yang ingin membeli peyek daun kopi dapat langsung mengunjungi Desa Batu Ampar, Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahiang.
Ella Deskomariatno, wisatawan asal Kota Bengkulu, mengaku terkesan dengan cita rasa camilan khas tersebut.
“Peyek daun kopi sangat nikmat disantap bersama keluarga maupun teman. Rasanya gurih, lezat, dan memiliki aroma kopi yang khas,” ujarnya.
Punya pertanyaan lain?
DM instagram kami @bencoolenmall_bengkulu atau WhatsApp 0811-7324-900
Jam Operasional Bencoolen Mall
Setiap Hari : 10.00-22.00 WIB




